Mei 2014 - KOMET JSIT
Headlines News :

OLEH OLEH DARI PEMBICARA WORKSHOP DI CIBUBUR

Written By Jundi KOMET on Jumat, 23 Mei 2014 | 00.11


Beberapa pembicara juga telah membagikan file yang digunakannya dalam presentasi saat memberikan materi di acara pelatihan dan workshop

1. Pemateri I

2. Pemateri II

3. Pemateri III

Silahkan di download file tersebut semoga bermanfaat

OLEH OLEH DARI UST SUKRO MUHAB (Ketua Umum JSIT Indonesia)

Written By Jundi KOMET on Kamis, 22 Mei 2014 | 21.07


Pada acara workshop dan pelatihan kurikulum di Cibubur Ust Sukro Berkenan untuk berbagi ilmu beliau selain disampaikan lewat presentasi beliau juga berbagi lewat file beliau

Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua

1. Ust Sukro Muhab File I

2. Ust Sukro Muhab File II

3. Ust Sukro Muhab File III

4. Ust Sukro Muhab File IV

5. Ust Sukro Muhab File V

6. Ust Sukro Muhab File VI

Semoga bisa menambah kreatifitas dan imajinasi untuk memperkaya ilmu kita. aamiin Ya Rabbal Alami 

OLEH OLEH DARI NURHIDAYAH SOLO


Berikut adalah beberapa file yang sempat di share kan oleh rekan kita dari Nur Hidayah yang mudah-mudahan dapat kita adobesi beberapa diantaranya dan kemudian kita sesuaikan dengan kondisi dan karakteristik di daerah kita

Langsung aja kita menuju ke TKP

1. FILE PERTAMA

2. FILE KEDUA

3. FILE KETIGA

4. FILE KEEMPAT

5. FILE KELIMA

6. FILE KEENAM

7. FILE KETUJUH

8. FILE KEDELAPAN

Semoga Bermanfaat dan dapat menghasilkan generasi rabbani

Silabus Tarbiyah JSIT (draff) untuk SMPIT


Bagi teman-teman yang belum sempat mendapatkan arsip dari pelatihan kurikulum yang diadakan oleh JSIT Indonesia yang bertempat di Cibubur maka hal tersebut bisa didaptkannya di sini

dokumen berikut masih asli alias draff yang disusun bersama-sama dengan pembagian beberapa tim pada level kelas 7-9

Berikut Filenya

1. Draff SILABUS Tarbiyah untuk kelas 7

2. Draff SILABUS Tarbiyah untuk kelas 8

3. Draff SILABUS Tarbiyah untuk kelas 9

Semoga bermanfaat dan dapat di terapkan sambil menunggu silabus yang sudah direvisi oleh tim perumus JSIT Pusat dan siap untuk diterapkan di sekolah kita masing-masing  

Buku Ar Rasyid Untuk Pelajar SDIT Se Indonesia


Untuk Memperkaya Nilai nilai Islamiyah dalam diri anak didik kita maka pelajaran PAI yang sudah menjadi pelajaran wajib di sekolah belum cukup untuk membentuk kepribadian dan karakter peserta didik oleh karenanya buku Ar rasyid ini seyogyanya dapat pula disandingkan dengan pelajaran PAI untuk lebih memperkuat dan memperdalam nilai nilai Islam

Buku tersebut dapat anda download di bawah ini

Buku Ar Rasyid Untuk Kelas 1: Jilid 1

Buku Ar Rasyid Untuk Kelas 2: Jilid 2

Buku Ar Arasyid Untuk Kelas 3: Jilid 3

Buku Ar Rasyid Untuk Kelas 4: Jilid 4

Buku Ar Rasyid Untuk Kelas 5: Jilid 5

Buku Ar Rasyid Untuk Kelas 6: Jilid 6

Semoga buku tersebut dapat menjadi ladang amal bagi pembuatnya dan kami dan para guru sebagai ujung tombak penyeru kebaikan dan keteladanan bagi para anak didik di sekolah masing-masing

BUKU PELAJARAN KURIKULUM 2013 (e-book)

Written By Jundi KOMET on Minggu, 18 Mei 2014 | 20.59

 
Selain Kurikulum 2013, Silabus dan RPP untuk Kurikulum 2013, Bahan ajar atau buku kurikulum 2013 pun menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Bagaimana sebuah proses atau kegiatan tanpa adanya teori dan panduan hingga dapat berjalan dengan lancar? Pastinya buku adalah hal yang sangat penting pada bagian tersebut.
 
Sebenarnya dari pihak pemerintah tentang pengadaan Bahan ajar atau buku kurikulum 2013 sudah disampaikan di waktu-waktu yang lalu bahwa proses pengadaan hingga pengiriman buku kurikulum 2013 dijadwalkan tepat waktu. Namun banyak juga yang tidak sabar untuk (pengen;red) segera tahu bagaimana isi dari buku kurikulum 2013 ini.

Di kesempatan ini kami akan berbagi tentang buku pelajaran kurikulum 2013 yang terdiri dari pelajaran SD hingga SMA. Bagi yang ingin men download versi ebook nya silahkan klik tombol dibawah ini :
 

Pembelajaran Kreatifitas


Para siswa selayaknya mendapatkan pendidikan dan bimbingan belajar yang membuat mereka senang dan betah berada di sekolah, agar para siswa tidak cepat jenuh juga materi pelajaran bisa diserap oleh para siswa maka kreatifitas seorang guru sangat diperlukan.

Oleh karenanya seorang guru harus memiliki banyak senjata dan modal untuk membuat para siswa menjadi kerasan atau betah berada di lingkungan sekolah terlebih ketika mereka sedang berada di dalam kelas saat berinteraksi dengan sang guru

Variasi media dan trik penyampaian juga seyogyanya dikuasai oleh seorang guru hal ini karena memang tuntutan perkembangan pendidikan yang membawa ke zaman globalisasi tekhnologi dan informasi

Berikut contoh sekolah yang kreatif semoga bisa menginspirasi

PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan)

 
A.Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Melaksanakan PAIKEM
      Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Menurut Suparlan, dkk (2008: 74) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM yaitu :

1). Mengenal anak secara perorangan
      Masing-masing siswa/anak berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAIKEM perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Dengan mengenal kemampuan anak, guru dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak menjadi optimal.

2). Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
      Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dengan duduk berkelompok akan memudahkan mereka untuk saling berinteraksi dan bertukar pikiran dalam menyelesaikan tugasnya.

3) Mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif
     Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berfikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan berimajinasi oleh karena itu tugas guru adalah mengembangkannya dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka.

5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
      Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajang untuk dapat memberi motivasi siswa bekerja lebih baik lagi dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lainnya. Dan juga dapat dijadikan rujukan bagi guru ketika membahas suatu masalah.

6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
      Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) sebagai bahan dan sumber belajar perlu dimanfaatkan oleh guru, agar anak menjadi lebih senang, dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati, mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, membuat gambar dan lainnya.

7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
     Umpan balik merupakan interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa dan diberikan secara santun untuk menanamkan rasa percaya diri. Guru harus konsisten memeriksa dan memberikan hasil pekerjaan siswa.

8) Membedakan antara aktif fisikal dan aktif mental
     Aktif mental lebih diutamakan daripada aktif secara fisikal. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan keberanian dari siswa. Guru hendaknya mampu menghilangkan perasaan penyebab rasa takut tersebut.
      Hal-hal di atas jika diperhatikan dengan baik maka akan member peluang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) akan berhasil. Ciri-ciri PAIKEM berhasil, Menurut Suparlan, dkk (2008: 95) adalah “aktif, kritis, kreatif, kematangan emosional-sosial meningkat, produktif dan siap menghadapi perubahan”. Dan tidak diragukan lagi jika PAIKEM benar-benar dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya maka tujuan pendidikan seperti apa yang diharapkan dalam Undang-Undang yakni membentuk watak dan mengembangkan potensi anak didik akan tercapai.

B.PENJABARAN PAIKEM 

1. Pembelajaran Aktif 
    Secara harfiah active artinya: ”in the habit of doing things, energetic” (Hornby, 1994:12) artinya terbiasa berbuat segala hal dengan menggunakan segala daya. Pembelajaran yang aktif berarti pembelajaran yang memerlukan keaktifan semua siswa dan guru secara fisik, mental, emosional, bahkan moral dan spiritual. Guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, membangun gagasan, dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung, sehingga belajar merupakan proses aktif siswa dalam membangun pengetahuannya sendir.

sebuah proses belajar dikatakan aktif (active learning) apabila mengandung:

1) Keterlekatan pada tugas (Commitment)
      Dalam hal ini, materi, metode, dan strategi pembelajaran hendaknya bermanfaat bagi siswa (meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant), dan bersifat/memiliki keterkaitan dengan kepentingan pribadi (personal).

2) Tanggung jawab (Responsibility)
      Dalam hal ini, sebuah proses belajar perlu memberikan wewenang kepada siswa untuk berpikir kritis secara bertanggung jawab, sedangkan guru lebih banyak mendengar dan menghormati ide-ide siswa, serta memberikan pilihan dan peluang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri.

3) Motivasi (Motivation)
      Proses belajar hendaknya lebih mengembangkan motivasi intrinsic siswa. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Dalam perspektif psikologi kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik (bukan ekstrinsik) karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergan¬tung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Dorongan mencapai prestasi dan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan, umpamanya, memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih lang¬geng diban¬dingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orangtua dan guru. Motivasi belajar siswa akan meningkat apabila ditunjang oleh pendekatan yang lebih berpusat pada siswa (student centered learning). Guru mendorong siswa untuk aktif mencari, menemukan dan memecahkan masalahnya sendiri. Ia tidak hanya menyuapi murid, juga tidak seperti orang yang menuangkan air ke dalam ember.

Kriteria Pembelajaran Aktif:

Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti:

• Menulis
• Berdiskusi
• Berdebat
• Memecahkan masalah
• Mengajukan pertanyaan
• Menjawab pertanyaan
• Menjelaskan
• Menganalisis
• Mensintesa
• Mengevaluasi

2. Pembelajaran Inovatif   

    Inovasi adalah sebagai: “something newly introduced such as method or device”. Berdasarkan takrif ini, segala aspek (metode, bahan, perangkat dan sebagainya) dipandang baru atau bersifat inovatif apabila metode dan sebagainya itu berbeda atau belum dilaksanakan oleh seorang guru meskipun semua itu bukan barang baru bagi guru lain.

   Pembelajaran inovatif dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara meng- integrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga, terjadi proses renovasi mental, di antaranya membangun rasa pecaya diri siswa. Penggunaan bahan pelajaran, software multimedia, dan microsoft power point merupakan salah satu alternatif.

   Pembelajaran yang inovatif diharapkan mampu membuat siswa yang mempunyai kapasitas berpikir kritis dan terampil dalam memecahkan masalah. Siswa yang seperti ini mampu menggunakan penalaran yang jernih dalam proses memahami sesuatu dan piawai dalam mengambil pilihan serta membuat keputusan. Hal itu dimungkinkan karena pemahaman interkoneksi di antara system atau subsistem terkait dengan persoalan yang dihadapinya. Juga terlihat kemampuan mengidentifikasi dan menemukan pertanyaan tepat yang dapat mengarah kepada pemecahan masalah secara lebih baik. Informasi yang diperolehnya akan dikerangkakan, dianalisis dan disintesiskan sehingga akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik.

   Pembelajaran yang inovatif juga tercermin dari hasil yang diperlihatkan siswa yang komunikatif dan kolaboratif dalam mengartikulasikan pikiran dan gagasan secara jelas dan efektif melalui tuturan / lisan dan tulisan. Siswa dengan karakteristik semacam ini dapat menunjukkan kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam tim yang beraneka, untuk memainkan fleksibilitas dan kemauan berkompromi dalam mencapai tujuan bersama.


3. Pembelajaran Kreatif   
    Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan tipe serta gaya belajar siswa

Kriteria Kreatif:

• Berpikir kritis
• Memecahkan masalah secara konstruktif
• Ide/ gagasan yang berbeda
• Berfikir konvergen (pemecahan masalah yang “benar” atau “terbaik”).
• Berfikir divergen (beragam alternative pemecahan masalah)
• Fleksibelitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang)
• Berfikir terbuka

4. Pembelajaran Efektif   

    Pembelajaran dapat dikatakan efektif (effective / berhasil guna) jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Di samping itu, yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang “didapat“ siswa. Guru pun diharapkan memeroleh “pengalaman baru” sebagai hasil interaksi dua arah dengan siswanya.

   Untuk mengetahui keefektifan sebuah proses pembelajaran, maka pada setiap akhir pembelajaran perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi yang dimaksud di sini bukan sekedar tes untuk siswa, tetapi semacam refleksi, perenungan yang dilakukan oleh guru dan siswa, serta didukung oleh data catatan guru. Hal ini sejalan dengan kebijakan penilian berbasis kelas atau penilaian authentic yang lebih menekan- kan pada penilaian proses selain penilaian hasil belajar.

Kriteria Efektif:

Ketercapaian target hasil belajar, dapat berupa:
• Siswa menguasai konsep
• Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana
• Siswa menghasilkan produk tertentu
• Siswa termotivasi untuk giat belajar

5. Pembelajaran Menyenangkan 

    Pembelajaran yang menyenangkan (joyful) perlu dipahami secara luas, bukan hanya berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuk tangan yang meriah. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembela- jaran yang dapat dinikmati siswa. Siswa merasa nyaman, aman dan asyik. Perasaan yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu.

   Menurut Suprijono (2009) pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan suasana Socio emotional climate positif. Peserta didik merasakan bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita yang mendera dirinya, melainkan berkah yang harus disyukurinya. Belajar bukanlah tekanan jiwa pada dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus ditunaikannya.

Kriteria Menyenangkan:

Pembelajaran berlangsung secara:

• Interakti

• Dinami
• Menarik
• Menggembirakan
• Atraktif
• Menimbulkan inspirasi

Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar – mengajar yang aktif (PAIKEM).

1. Think-Pair-Share merupakan kegiatan sederhana di kelas. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik, berdiskusi dengan teman sebayanya, dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya.

2. Minute Papers ialah kegiatan guru memberikan peluang kepada siswa untuk menyintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya.

3. Writing Activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. Misalnya sebagai tambahan kegiatan Minutes Papers di atas, guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari satu siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik; untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya.

4. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. Dengan mengetengahkan sebuah topik, guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan – masukan itu pada papan tulis.

5. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa. Bisa termasuk di dalamnya matching, mysteries, group competitions, solving puzzles, dan lain sebagainya.

6. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbedabeda.

7. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara, berbagi pandangan, dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain.

8. Case Studies biasanya menggunakan cerita nyata dari kehidupan seharihari yang terjadi pada masyarkat di lingkungan siswa itu sendiri, dalam keluarga, dalam sekolah, atau yang terjadi pada seseorang di antara para siswa itu. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata, langkah yang sebaiknya diambil, dan akibat-akibat yang mungkin terjadi.

9. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model, gagasan, dan hubungan antara konsep. Mereka menggambarkan dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung, dengan fase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok

Pelatihan dan Workshop JSIT Indonesia

JSIT Telah mengadakan kegiatan Workshop Kurikulum yang bertempat di Cibubur pada tanggal 15 Mei- 17 Mei 2014

Peserta yang hadir berasal dari perwakilan seluruh daerah di indonesia Sekolah Islam Terpadu


Tarbiyah Gabungan SMP SMA IT Wahdah Islamiyah...

Written By Jundi KOMET on Jumat, 16 Mei 2014 | 10.46

Pengurus osis SMP IT Wahdah Islamiyah bi bawah komando akh miftah qadri kemabli menggelar acara yang luar biasa. Tarbiyah gabungan diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Februari 2013 di masjid Soleh Ar Rasyid dengan menghadirkan pemateri KH. Mansur Salim. Tema yang di angkat pada kegiatan kali ini adalah mengambil ibrah dari kisah sahabat Mushab bin Umair. Ust. Mansur dengan penyampaian yang luar biasa dapat memukau 200-an siswa yang hadir pada acara tersebut. Acara dirangkaian dengan Pencanangan sekolah bebas sampah oleh Ust. Darwis Abbas, S.Ag. LC sebagai wakil kepala Sekolah, Harapan beliau semoga kita memulai kebangkitan islam dengan memulai mengamalkan ajaran Islam dari sesuatu yang sederhana. Di Akhir acara dilaksanakan penulisan Kisah singkat sahabat Mushab bin Umair. Semoga ke depan OSIS dapat menghadirkan kembali acara-acara semacam ini yang bisa membawa peruabahan yang berarti bagi siswa dan yang lain.Amin 

MABIT DI SMAIT


MABIT adalah salah satu sarana tarbiyah (wasa’ilut tarbiyah). Secara bahasa, mabit berarti bermalam. Istilah yang sangat masyhur kita dapati pada salah satu rangkaian ibadah haji yaitu mabit di Mina.

Dalam terminologi dakwah dan tarbiyah, mabit adalah adalah salah satu sarana tarbiyah untuk membina ruhiyah, melembutkan hati, membersihkan jiwa, dan membiasakan fisik untuk beribadah (khususnya shalat tahajjud, dzikir, tadabbur dan tafakkur). Untuk memudahkan memahami definisi ini, biasanya mabit dijadikan akronim dari MAlam Bina Iman dan Taqwa.

Karena MABIT merupakan sarana tarbiyah maka MABIT menjadi agenda rutin yang dilaksanakan 2 bulan sekali  di SMPIT Thariq Bin Ziyad dengan segala definisi, adab dan tujuannya.


Adab Mabit
1.       Menghadirkan niat untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT serta memfokuskan segala aktifitas untuk menghadap kepadaNya
2.       Menghadirkan muraqabatullah (merasa diawasi Allah) dan menyadari bahwa majlis ilmu dan dzikir itu dipenuhi juga oleh para Malaikat
3.       Merenungkan setiap ayat yang dibaca, doa yang dipanjatkan serta dzikir yang diucapkan pada mabit itu
4.       Bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua aktifitas mabit serta menghadirkan mujahadah untuk membersihkan hati, memperhatikan dan menerima taujih, taushiyah dan ilmu yang disampaikan pada mabit
5.       Mentaati jadwal mabit sejak dimulai/pembukaan hingga selesai/penutupan
6.       Tidak banyak makan dan minum serta istirahat dan waktu santai agar terlatih untuk mengendalikan nafsu dan syahwat
7.       Meninggalkan gurau dan canda dalam rangka menjaga majlis mabit agar tetap berada dalam suasana ruhiyah


Pada saat MABIT para siswa diarahkan untuk :

  • ·         Sikap hidup sederhana, bertanggung jawab serta mandiri. Sikap ini sangat berguna untuk melakukan tugas dan tantangan yang lebih berat di masa mendatang.
  • ·         Siswa juga selama waktu yang lama merasakan kehadiran Allah SWT dalam dirinya sehingga perasaan ini membentuk jiwa yang senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT. Siswa yang seperti ini tentunya akan mampu menjadikan hamba-hamba yang beriman, tunduk patuh pada ketentuan Allah, bahkan merupakan cikal bakal manusia yang sukses.
  • ·         Siswa merasakan hidup bersama dengan Rasulullah SAW dengan melaksanakan sunnah-sunnahnya yang dipandu oleh para ustadz. Dengan demikian kegiatan ini akan mendorong siswa mencintai Rasulullah SAW yang pada gilirannya menjadi hamba yang di cintai Allah pula.
  • ·         Siswa mendapatkan kasih sayang dari pembimbing dan mencurahkan ukhuwah kepada kawan karibnya yang seiman, seperjuangan dan sepenanggungan. Menerapkan adab-adab pergaulan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya yang mulia.
  • ·         Berniat menuntut ilmu, mendo'akan kebaikan orang tua, dan beribadah penuh kepada Allah.
  • ·         Mengenalkan siswa dengan pengalaman-pengalaman ruhiyah yang membangkitkan semangat beribadah dan mencintai nilai-nilai luhur, berbudi pekerti mulia, serta landasan kehidupan yang bermakna. Sebab itu kegiatan ini  sangat bermanfaat bagi siswa yang sedang mengalami pertumbuhan psikis,psikologis, serta pengalaman nilai-nilai religius.

Kegiatan Tarbiyah di SD

Kegiatan Tarbiyah Anak SD

DEMI MASA

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KOMET JSIT - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by kometjsit
Proudly powered by Blogger